Benarkah Menunda Kehamilan Dapat Mempersulit Wanita Untuk Cepat Hamil Nantinya?

Melanjutkan bahasan pada artikel sebelumnya tentang cara agar cepat hamil setelah melepas alat kontrasepsi, pada artikel ini kami akan mencoba membahas beberapa hal yang penting untuk diperhatikan bila anda memutuskan untuk menunda kehamilan. Benarkah wanita menjadi sulit hamil jika sebelumnya menunda kehamilan?

Saran kami, jika anda belum memiliki anak sebaiknya jangan tunda kehamilan. Mulailah memikirkan program keluarga berencana setelah anda memiliki anak pertama. (Bagi anda yang ingin segera hamil, sangat direkomendasikan membaca panduan agar cepat hamil disini)

bahaya menunda kehamilan

Menunda atau tidak?

Menunda kehamilan adalah hak setiap pasangan. Namun tahukah anda bahwa dalam beberapa kasus banyak wanita yang mengaku sulit hamil setelahnya. Jalan terbaik yang dapat anda lakukan bila memang ingin menunda untuk hamil adalah berkonsultasi dengan dokter anda untuk menentukan alat kontrasepsi yang tepat untuk anda gunakan. Hal ini krusial karena bisa jadi jika salah memilih alat kontrasepsi maka justru mengakibatkan infertilitas ketika anda sudah siap memiliki anak nantinya. Banyak yang berkurang kesuburannya ketika melepas atau berhenti menggunakan alat kontrasepsi.

Sebagai info, majalah Health Journal melaporkan bahwa kurang lebih 48% wanita yang menggunakan spiral atau memakai pil anti hamil selama jangka waktu 2 sampai 4 tahun, akhirnya mengalami kesulitan untuk hamil anak pertama. Hal ini merupakan sebuah teka teki besar mengenai keterkaitan antara menunda kehamilan dengan infertilitas.

Fakta yang ditemukan adalah, kegagalan kehamilan pada wanita sangat mungkin disebabkan oleh faktor antibodi antisperma pada wanita. Potensi sperma yang mengalami pemerosotan dalam membuahi sel telur akibat penggunaan alat kontrasepsi, ditenggarai menjadi penyebab kondisi tersebut. Meningkatnya antibodi antisperma diduga kuat disebabkan oleh penggunaan alat kontrasepsi seperti IUD, suntik KB ataupun pil KB, yang merupakan alat untuk mencegah pembuahan.

Jadi disarankan untuk tidak menunda kehamilan anak pertama kecuali jika keadaannya sangat memaksa.

Antibodi terhadap sperma

Manusia pada umumnya dikarunia suatu sistem imun semenjak baru lahir. Sistem ini bertujuan untuk menangkal berbagai macam penyakit termasuk berbagai macam jenis penyakit seksual.

Fenomena autoimun bisa juga terjadi pada seorang pria, yakni timbulnya antisperma. Ini dimungkinkan untuk terjadi akibat adanya sistem imun yang membentuk antibodi terhadap antigen yang terdapat pada tubuhnya sendiri, yaitu sperma. Pada wanita, tidak terdapat unsur antigen seperti layaknya sperma ataupun komponen plasma semen seperti yang dapat ditemukan pada pria. Jika seorang wanita berhubungan badan dengan seorang pria maka sangat dimungkinkan terbentuk antibodi antisperma di dalam tubuhnya. Berita baiknya, sperma yang sangat berkualitas (lincah dan kuat) masih bisa menembus antibodi tersebut sehingga dapat membuahi sel telur yang tentu saja akan menjadikan proses kehamilan pada wanita terjadi.

Nah kini pokok permasalahannya adalah pembentukan antibodi terhadap sperma akan terus menguat seiring dengan semakin lamanya menggunakan alat kontrasepsi. Kadar dan pertahanannya pun menjadi semakin tangguh dan kuat, inilah biang keladi sulitnya seorang wanita untuk hamil jika mengalami hal semacam diatas. “Kontrasepsi alami” telanjur timbul dan pada tubuh wanita tercipta antibodi yang sangat dominan yang mampu mencegah sperma untuk membuahi sel telurnya.

Solusinya adalah?

Datang ke dokter! Itu adalah saran terbaik yang bisa kami berikan karena dokter anda lah yang paling tau persis kondisi anda saat ini.

Tips lain adalah, jika anda mengalami kesulitan hamil setelah melepas alat kontrasepsi maka cobalah menjalankan terapi kondom. Yakni segera setelah berhenti menggunakan suntik KB, pil KB atau IUD, gunakanlah kondom ketika berhubungan selama kurang lebih 6 bulan hingga 1 tahun. Pada masa itu diharapkan antibodi akan menurun dan tubuh wanita akan mulai “membersihkan” dirinya dari antibodi antisperma. Lalu selepas itu, ketika berhenti menggunakan kondom, diharapkan sperma akan dengan mudah membuahi sel telur yang berujung pada kehamilan.

Penyebab terbentuknya antibodi ini tentu saja tidak bisa ditujukan semuanya pada penggunaan alat kontrasepsi. Namun perlu kiranya untuk menimbang-nimbang dengan cermat keputusan menggunakan alat kontrasepsi hormonal untuk menunda kehamilan bila anda belum dikaruniai momongan namun menginginkannya di masa yang akan datang.

Cara yang paling aman tentu saja dengan kondom atau jika sanggup menggunakan sistem kalender.

Saran kami lagi-lagi adalah segeralah memiliki anak pertama, jangan ditunda. Setelah memiliki anak pertama, barulah memulai memikirkan tentang program keluarga berencana.

Akhir kata, silahkan klik disini untuk mendapatkan panduan lengkap dan detil tentang cara yang paling efektif untuk segera hamil.

Selamat mencoba.