Perlukah Memeriksakan Kesuburan ketika Anda Sulit Hamil?

pemeriksaan kesuburan agar hamilTahukah anda bahwa hasil penelitian pada rumah sakit di Indonesia menemukan bahwa lebih dari 50% pasangan yang kesulitan untuk mendapatkan momongan memilih untuk tidak memeriksakan kesuburan karena faktor klise yaitu takut divonis tidak bisa memiliki keturunan atau dengan kata lain divonis mandul. Padahal akan lebih baik jika pasangan tersebut mau memeriksakan diri ke dokter yang bersangkutan dan dicarikan solusinya. Kesadaran pasutri yang memiliki masalah untuk memiliki keturunan agar memeriksakan diri perlu ditingkatkan karena hal tersebut sangat penting dijalani agar diketahui dengan pasti penyebab pasangan tersebut belum dikarunia momongan.

Ketidaksuburan selalu disebabkan pihak wanita?

Hal unik lain yang banyak terjadi adalah banyak suami yang bersikeras bahwa permasalahan kesuburan terletak pada sang istri walaupun mereka belum melakukan pemeriksaan ke dokter. Ini tentu saja adalah sebuah salah kaprah karena ketidaksuburan bisa terjadi pada siapa saja baik itu suami maupun istri. Jadi penting bila pemeriksaan dilakukan oleh kedua belah pihak.

Entah persepsi ini tercipta karena ada penelitian yang menyatakan bahwa pria hanya menyumbang sekitar 40% penyebab sulit hamil atau karena sebab lainnya, yang jelas sangat banyak ditemui keluarga yang hanya menyalahkan pihak wanita sebagai orang yang bermasalah dengan kesuburan.

Bila anda adalah pasangan suami istri yang baru beberapa bulan menikah namun belum memiliki keturunan, sebaiknya anda bersabar dan berdoa serta terus berusaha saja terlebih dahulu. Jangka waktu 1 hingga 4 bulan adalah periode yang belum mengkhawatirkan bila istri belum kunjung hamil. Namun bila anda telah menikah selama lebih dari 8 bulan dan aktif melakukan hubungan suami istri tanpa alat kontrasepsi namun belum juga ada tanda-tanda bahwa istri anda mengandung maka sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan tidak harus dilakukan setelah jangka waktu tertentu. Tentu saja tidak ada larangan untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin.

Seperti yang kita ketahui bahwa ada umumnya pasangan yang memang merencanakan punya anak, 75% diantaranya akan langsung hamil dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan setelah mereka menikah. Sisanya hamil setelah periode tersebut. Pasangan yang masuk pada kategori kedua sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan dan konsultasi agar segera bisa dibuatkan program untuk memiliki buah hati.

Selain itu pemeriksaan dini sangat direkomendasikan untuk wanita yang menikah diatas umur 35 tahun, pernah melakukan operasi pasca keguguran, sering mengalami gangguan datang bulan atau haid tidak teraturdan juga bagi wanita yang pernah mengalami masalah pada rahimnya. Untuk diketahui, pemeriksaan kesuburan biasanya dilakukan dengan menggunakan USG untuk melakukan test di bagian anatomi organ reproduksi, juga dilakukan pemeriksaan kadar hormon, tes darah, pemeriksaan sel telur dan sperma, serta pemeriksaan pemeriksaan lainya yang dianggap perlu.

Bagi pria maupun wanita yang sulit hamil, berikut adalah gambaran tahapan pemeriksaan kesuburan yang penting untuk anda ketahui :

1. Pemeriksaan anatomi.

Pemeriksaan anatomi dilakukan baik pada pria maupun wanita. Pada pria dilakukan pemeriksaan anatomi untuk mengetahui fungsi saluran sperma, skrotum, prostat, testis. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah organ tersebut berfungsi secara sempurna atau bermasalah.

Tidak berbeda dengan wanita, yang diperisa tentu saja adalah organ-organ yang berhubungan dengan reproduksi, misal pada payudara, kelenjar tiroid pada rahim dan juga fisik pada area kewanitaan.
Semua pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa apakah organ tersebut berfungsi sempurna dalam mendukung proses pembuahan atau tidak.

2. Pemeriksaan darah

Biasanya pada wanita dilakukan pemeriksaan darah hormon kesuburan FSH, estradiol dan LH. Wanita yang memiliki siklus datang bulan yang tidak teratur sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ini.

Pada pria pemeriksaan darah dilakukan pada hormon yang erat kaitannya dengan pembentukan sperma.

3. USG

Kelainan pada alat reproduksi akan terlihat pada pemeriksaan USG. Kista atau gangguan lainnya akan terlihat setelah melakukan pemeriksaan ini. Dilakukan pula tes untuk melihat gambaran rongga panggul pada wanita.

4. Pemeriksaan Khusus

Terakhir, bagi wanita juga dilakukan tes khusus untuk mengetahui resiko sindroma antifosfolipida yang seperti kita ketahui dapat dilihat dari keguguran yang terjadi berulang kali. Kondisi rahim wanita secara umum pun akan diperiksa lagi lebih teliti untuk mengetahui apakah semuanya normal atau ada masalah.

Demikian kira-kira gambaran umum yang bisa anda ketahui sebelum melakukan pemeriksaan kesuburan. Mari tingkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan agar bisa diketahui dengan lebih jelas letak permasalahan kesuburan anda.

Bagi pasangan yang belum mendapatkan keturunan ada baiknya pula anda membaca panduan mudah agar lekas hamil disini.

Comments

  1. Bunda Fitriani Pujiastuti says:

    Dok carA agar cepat hamil setelah oprsi kuret itu harus gmna ya dok…aq sudah minum vitamin,ini itu,tp blm hamil jg dok…mkasih xok

Trackbacks

  1. […] kesuburan salah satu faktor penyebabnya adalah gaya hidup yang tidak sehat. Oleh sebab itu sangatlah penting […]